PLN Batam, PGN, Pemerintah dan warga Batam mari berbenah bersama.
Jangan biarkan Batam berlama-lama dalam gelap.
PLN Batam, PGN, Pemerintah dan warga Batam mari berbenah bersama.
Jangan biarkan Batam berlama-lama dalam gelap.
SETAHUN menjadi orang Batam, serasa tidak lengkap karena belum mencoba bus pilot project Batam. Di Sabtu pagi yang dingin dan basah, aku mencoba salah satu transportasi publik milik Batam ini.
WAKTU bergulir begitu cepat, setahun sudah menjejak Batam. Batam yang penuh geliat pembangunan, tempat bermimpi dan berjuang untuk penghidupan yang lebih baik, ramai hiruk pikuk industri dan buruhnya, serta gairah malam yang sesak kenikmatan.
Kisah ketiga: Check In
Dari seberang tempat aku berdiri tampak deretan taxi dan pengemudinya yang berteriak menawarkan jasanya padaku. "Taxi Kak?", aku menggeleng karena memang aku tidak membutuhkan taxi. Gelengan kepala tidak membuat mereka puas, kemudian salah seorang dari mereka berteriak "Janji check in dihotel mana?" dan semua sopir taxi yang ada disana tertawa.
Oh...
Jika Batam menuduh dan melecehkanku, ternyata Batam pun tidak lepas dari tuduhan. Suatu ketika Nai pernah bercerita bahwa temannya yang warganegara Singapore menyebut Batam sebagai "Kota Haram" dan dia tidak ingin menginjakkan kaki di Batam. Menurutnya Batam hanyalah kota wisata seks.
Hmm...??
Setelah kisah-kisah diatas dan beberapa kisah lain yang tidak kutuliskan, tidak membuatku berniat meninggalkan Batam. Bahkan mungkin hatiku sudah terpaut dengan kota ini.
Kata seorang teman kala aku sedang tidak berhasrat pada Batam, "Dibikin gairahlah, sayang dilewatkan, secara Batam gitu.."
Ya.., ini Batam Nyom!
| Sapedah | powered by Blogger | created from Minima retouched by ics - id |