15 Maret 2009
Labraklah Daku, Kau Ku .....
02 Februari 2009
Bahwa Ini Adanya
BUKAN konselor perkawinan, bukan juga perusak rumah tangga mereka. Saya sahabat yang kebetulan melintas dan menjadi terlibat.Ia (1) : (prasangka, pembenaran, pilihan, lara)
Ia (2) : (lara, tak berdaya, prasangka, tak percaya)
Saya : .........., sepakat?
20 Oktober 2008
Jika Waktu
Jika waktu terulang kembali
Tidak akan kutimpali surat sepi itu
Jika waktu terulang kembali
Tidak akan kusapa pagimu
Jika waktu terulang kembali
Tidak akan kubagi mereka yang melegenda itu
Jika waktu terulang kembali
Akan kuacuhkan warna-warnamu
Jika waktu terulang kembali
...
Jika saja
Waktu terulang
Kembali
Hanya jika...
29 September 2008
Pulang
Pulang kemana? Kalimat itu sering tergiang di kepala. Kalimat itu saya terjemahkan sebagai bentuk keresahan akan identitas saya yang "tercabut".
Pukul 14.00 WIB, terduduk pada bangku kayu disebelah AW Restaurant di terminal 2F, menunggu detik-detik kepulangan. Terasa dan terdengar aneh menyebut keberangkatan saya ke Batam dengan pulang. Aneh memang, memang aneh, tapi saya memang pulang, pulang ke Batam.
Kehilangan dan kebingungan
Sejak kepindahan mereka ke Bogor dua tahun yang lalu, saya merasakan kehilangan dan kebingungan. Kehilangan, karena saya tidak lagi bisa pulang ke rumah itu, saya benar-benar kehilangan rumah itu. Rumah tempat saya tumbuh, tempat merangkai kisah luar biasa, tempat yang membuat saya selalu ingin kembali (pulang). Dan saya juga merasa kebingungan, bingung karena mendadak saya harus mengatakan saya pulang ke Bogor atau saya pulang ke Jogja, saya tidak bisa lagi mengatakan saya pulang ke Bali.
Meski di Bogor dan Jogja ada rumah indah, ada keluarga yang penuh cinta, ada kisah bahagia, namun tetap terasa kurang pas mengatakan pulang. Terasa lebih pas mengatakan mampir ke Bogor, mampir ke Jogja. Di dalam hati saya, kata pulang hanya pas jika di pasangkan dengan Bali dan rumah itu. Pulang ke Bali, pulang ke rumah itu.
Tapi kini tidak ada lagi rumah itu, lalu saya pulang kemana?
Pulang Ke Batam
Sebuah telp membuka peluang bagi saya untuk menemukan kembali identitas yang tercabut. Telp itu mengantarkan saya pada Batam. Pulau, kota yang tidak pernah ada di benak saya untuk saya kunjungi apalagi tinggal dan punya rumah. Sebuah rumah, meski tidak seperti rumah itu, namun bisa membuat saya ingin kembali dan berkata, "Saya pulang, pulang ke Batam".
Detik-detik berlalu, dari bangku kayu saya beranjak menuju pintu F4 karena pukul 16.55 WIB seekor burung Garuda akan menerbangkan saya pulang.
I'm going back home.
Been There, Done That
19 September 2008
Ketidakwarasan Padaku
Ketidakwarasan padaku
Membuat bayangmu selalu ada
Menentramkan malamku
Mendamaikan tidurku
Ketidakwarasan padaku
Membuat hidupku lebih tenang
Aku takkan sadari
Bahwa kau tak lagi disini
Aku mulai nyaman
Berbicara pada dinding kamar
Aku takkan tenang
Saat sehatku datang
Ketidakwarasan padaku
Selimut tebal hati rapuhku
Berkah atau kutukan
Namamu yang kusebut
Aku mulai nyaman
Berbicara pada dinding kamar
Aku takkan tenang
Saat sehatku datang
Luka hati akan mati
Jika jiwa terus menari dan bermimpi
Luka hati akan mati
Jika jiwa terus menari dan bermimpi
Ketidakwarasan padaku
Selimut tebal hati rapuhku
Aku takkan sadari bahwa kau tak lagi disini
Aku takkan sadari bahwa kau tak lagi disini
(So7)
Yang sedang tidak waras.
15 September 2008
Bengawan Solo
Bengawan solo, riwayatmu ini
Sedari dulu jadi perhatian insani
Musim kemarau tak sebrapa airmu
Di musim hujan air meluap sampai jauh
Mata airmu dari Solo
Terkurung gunung seribu
Air mengalir sampai jauh
Akhirnya ke laut
Itu perahu
Riwayatmu dulu
Kaum pedagang slalu naik itu perahu
(Bengawan Solo, Gesang)
09 Juni 2008
Pada Sebuah Halte
Menunggu sambil menikmati hilir mudik orang dan kendaraan yang lalu lalang. Sesekali menengok kebelakang menatap gedung tinggi dengan cat warna-warni dan penuh kerlip lampu, sangat urban.
Pada sebuah halte, aku memikirkannya.
Apa kabarnya, dan apa yang sedang ia kerjakan.
Pada sebuah halte, aku bersabar.
05 Juni 2008
02 April 2008
In Love 'Til You Drop & Six Flavors of Love
Nah ini the six flavors of love:
1. Bergairah (termasuk juga sex)
2. Resah (kangen juga bisa)
3. Boros, pulsa dan waktu
4. Kehilangan teman
5. Bosan
6. Pening
Seperti itukah rasa cinta??
Selamat bercinta, bergairah, ..., dan pening:)

