20 Januari 2009

Di Jakarta

Ditulis untuk Tasyem.
Cin, beginilah arisanku bersama Ili dan Sg di Jakarta.

Jakarta oh Jakarta...
Jika bukan untuk mengantarkan Thevan menggapai mimpi, rasanya enggan untuk ke kota ini. Syukurlah di Jakarta tidak hanya ada macet, banjir, dan mall, di Jakarta masih ada sahabat, ada Ili dan Sg.

Di Sarinah
Setelah beberapa jam terjebak di sebuah ruangan asing, saya melangkah keluar menyeberang ke sebuah gedung di depan Executive Building. Disana saya menantikan sahabat-sahabat tercinta dengan segelas es krim rasa stroberi. Menunggu beberapa lama akhirnya mereka muncul dengan wajah khas Jakarta, wajah kelelahan. (mbantin) "Sobat, too much work will kill you..."

Di Jalan Sabang
Makan. Makan godong-godongan, cumi, belut goreng, dan ditutup dengan jambu air.

Di Pusat Kebudayaan Prancis
Menikmati yogurt, mendengarkan Sg bercerita tentang kisah cintanya, sesekali menatap Ili yang bersemangat diantara lelahnya, mengamati Mbak Widya yang terlihat lebih kurus.

Di Kost Ili
Hantu-hantu di kamar Ili membuat saya mengantuk dan kedinginan, alhasil saya tidur sangat lelap. Syukurlah tidak ditakuti oleh hantu-hantu itu, mereka hanya melayang...

Di Plaza Semanggi
Mendengarkan Sg yang sedang dimabuk asmara bercerita tentang kekasihnya. Kekasih yang memiliki kerjap mata yang tulus. Auw...cinta:)
Beberapa jam bersama Sg, Ili kemudian menyusul ke Plangi. Lagi-lagi ia datang dengan wajah kelelahan dan terlihat lebih tua, mungkin terlalu banyak meeting tentang perdagangan di berbagai embassy membuatnya sangat lelah.
Pesan untukmu Cin, bersyukurlah dirimu tidak bekerja di lembaga donor karena wajahmu sudah terlihat lebih tua dari usia sebenarnya:)





Di Monas
Belajar meracik sianida.

Sudah, hanya sebentar tapi mengobati rindu Cin. Semoga lain waktu ada dirimu..



Sapedah | powered by Blogger | created from Minima retouched by ics - id